Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Tabrakan

Tuk membuat sejarah kehidupan manusia dalam pedoman hidup haruslah menikah.

Menikah ITU dasarnya adalah "tabrakan rasa" Dan "tabrakan logika". Kedua2nya sangatlah penting n prioritas.


Jika menikah atas dasar tabrak logika hasilnya,  menikah.... Menikah.... N menikah tak pernah akan usai sampai merasa menikah.... Menikah... N menikah yang bisa menghentikan adalah "suatu Hal" yg begitu menderita.



Menikah atas dasar "tabrak rasa" cenderung lebih mendasar ketimbang menikah "tabrak logika". Menikah tabrakan INI membuat simpul yang terus terikat semakin banyak. 

Semakin banyak simpul,  semakin banyak pula Hal2 kecil yang begitu 'tidak match" dengan perasanya.  Akan tetapi semakin dirasa maka semakin kuat tuk membentuk simpul baru tuk saling melengkapi.


Ada yang bilang "makan cinta thok emg bikin kenyang? "....lah kalau ta balik "makan duit thok ap bisa timbul cinta? " jawabnya "iya"  .


ITU yg dibilang &…

Wani balapan opo tetep Ono start ae

Penciptaan Logika....
Terlihat,  terukur Dan tercipta seperti alat penukar pemenuh kebutuhan.

Penciptaanya memang diciptakan sebagai pemenuh kebutuhan bukan untuk kebutuhan penuh.

Jika penciptaanya di jadikan kebutuhan penuh sudahlah sangatlah bodoh kamu diciptakan.  Tetapi jika sebaliknya itulah yang disebut cerdas.

Dalam penciptaannya memang sangatlah punya peran utama tapi bukan utamanya peran dari kebutuhan.


Yang nampak sangatlah tinggi akan itu sampai rela njengat sana, njengit sini, sikut sana, sikut sini demi dikatakan tinggi kursi dan bajunya, sampai ada yang hormat segala demi di anggap teman, saudara dan orang terpecaya.


Mencari alat kebutuhan itu seperti balap motor GP "siapa cepat dia dapat"  ada pepatah menuliskan. Bukan cepat tuk mendapatkan alat kebutuhan melainkan cepat dalam menjalankan "logika berjalannya" sesuai proses dan "nikmati hasilnya".

"Usaha tidak pernah menghianati hasil" itu sudahlah benar. Ibarat kebanjiran kalau t…